Wednesday, 9 January 2008

Tarini Luncurkan Penari Naga Kecil


HONG KONG - Minggu, 9 April lalu, Tarini Sorrita – BMI asal Cirebon – meluncurkan buku kumpulan cerpen bertajuk: Penari Naga Kecil. Dihadiri 40-an undangan, termasuk perwakilan dari KJRI dan Garuda Indonesia, acara yang digelar di City University of Hong Kong itu berlangsung semarak. Buku setebal 115 halaman itu berisikan 23 cerpen yang, menurut Rini, seluruhnya diangkat dari kisah nyata BMI di Hong Kong. ”Cara penulisannya riang, jenaka, bahkan sering cengengesan, tapi tetap menggelitik pembaca,” kata cerpenis Bonari Nabonenar tentang karya Rini.

Saat menyampaikan kata sambutan, perempuan kelahiran 35 tahun silam itu sempat meneteskan air mata. Maklum, Rini – yang tergabung dalam Café de Kossta – tak menyangka bisa meluncurkan sebuah buku kumpulan cerpen. Asal tahu, bakat Rini di bidang tulis-menulis sudah terlihat sejak ia masih kecil. Tujuh belas tahun lalu, misalnya, karya Rini: Sang Ranking Terkalahkan Cinta berhasil menyabet gelar juara dalam lomba cerpen HUT Golkar Kab. Cirebon. Selama bekerja di Hong Kong, Rini pun telah menorehkan beberapa prestasi menulis. Sebelum meluncurkan Penari Naga Kecil, ia telah membukukan opini besar Big Question berjudul Don’t Look Down Domestic Helper, yang ditulis dalam bahasa Inggris.

Rini beranggapan, pendidikan tertingginya adalah pengalaman hidup. Wajar, karena kehidupan Rini memang penuh warna. Sebelum bekerja di Hong Kong, ia pernah menekuni beberapa pekerjaan seperti jualan serabi, lontong sayur, bakso, pedagang asongan, kuli bangunan, kedi golf, karyawati LBH, staf administrasi, penjual SDSB, dan BMI di Singapura selama empat tahun. Semasa di Singapura, hobi menulis terus ia jalani. Namun, karena tak ada yang menampung, tulisan Rini hanya bisa dinikmati melalui Radio 100.7 Batam FM.

Sebelum di-launch di Hong Kong, Penari Naga Kecil telah diluncurkan di Cirebon, Yogyakarta dan Surabaya, dan telah beroleh komentar dari beberapa sastrawan Indonesia. Di Hong Kong, kegiatan peluncuran dimeriahkan dengan lomba baca cerpen dan sesi tanya jawab. Tentu saja, ini anugrah yang amat membanggakan Rini. Satu prestasi yang, seharusnya, dapat memotivasi BMI lain untuk terus berkarya di sela waktu senggang. Tak ada yang tak mungkin di dunia. Nah, siapkah Anda mengikuti jejak Rini? (Aliyah Purwati)

Sumber: Tabloid Apakabar [online]
http://tabloidapakabar.com/berita/news.php?newsid=80&ENGINEsessID=3c6d39a1654de277920494938ca34c68
piye?:

0 urun rembug: