Wednesday, 9 January 2008

Melihat dan Ngincipi Buah Naga




BERSAMA Mas Kuswinarto saya mengunjungi kebun tanaman buah naga milik Mas Tulus Subagyo (mantan TKI Jepang yang kini jadi dosen nyambi berusaha mengembangkan tanaman buah naga) di Malang (4/1/08).

Kebun itu tidak begitu luas, kira-kira sama dengan lahan untuk sebuah rumah tipe 70-an. Wadhuh! Lupa tanya berpa meter perseginya. Yang pasti, menurut Mas Tulus, sekitar 1.000 batang tanaman buah naga tertanam di situ, dan pada saat akmi kunjungi banyak buah kami lihat sedang ranum-ranumnya.

Kami bahkan sempat dapat kesempatan menyicipinya. Rasanya? Wouw, bener-bener enak tenan! Ada pula yang kami bawa pulang, dan di-jus pakai gula merah, wouw, rasanya bener-bener lezat. Sunguh luar biasa, buah dengan rsa manis yang tak terlalu pekat, dengan asam samar-samar ini. Apalagi, yang sedang dikembangkan Mas Tulus ini adalah buah naga merah, merah warna kulit maupun isinya, konon adalah jenis terbaik.

Pengin memudidayakannya? Boleh beli bibitnya dengan harga Rp 1.000/cm. Tetapi, dianjurkan untuk membeli secara paket seharga Rp 40 juta, akan dapat 1.000 batang dan dijamin berproduksi (berbuah) dalam setahun. Untuk investasi sebesar itu, Mas Tulus menjanjikan ikut merawatnya secara benar selama setahun pertama (nanti tanaman itu akan berproduksi secara optimal dalam 15 tahun), dan menampung hasil (membantu pemasaran)-nya.

Berapa ukuran buahnya? Ada yang bungkik (tidak tumbuh optimal) kira2 hanya 2 ons per biji. Tetapi yang tumbuh normal satu biji bisa mencapai berat lebih dari ½ kg. Coba, kalau satu pohon menghasilkan 10 buah, berarti akan panen 10.000 buah, sama dengan sekitar 5.000 kg atau 50 kuintal. Kalau harganya Rp 40 ribu saja/kg, berapa tuh uang bisa dipetik? Gimana,tertarik? [BON]
piye?:

0 urun rembug: