Friday, 1 August 2008

Bonari: PPSJS harus Kritis kepada Pemerintah

Surabaya, 1/8 (ANTARA) - Mantan Ketua Paguyuban Pengarang Sastra Jawa Surabaya (PPSJS), Bonari Nabonenar berharap organisasi tersebut tetap kritis terhadap pemerintah yang tidak sepenuhnya mendukung hidup dan berkembangnya sastra Jawa.

"PPSJS ini harus menjadi alat bagi teman-teman untuk mendorong pemerintah agar peduli pada sastra etnis, khususnya Jawa. Lewat organisasi ini kita harus memperkuat posisi tawar," katanya kepada ANTARA di Surabaya, Jumat.

Menurut dia, kalau tidak bersikap kritis, maka hal itu tidak menguntungkan bagi perkembangan sastra yang mulai ditinggalkan anak-anak muda itu. Meskipun demikian, sebetulnya ia enggan "berkonflik" dengan instansi tertentu.

"Tapi kan tidak mungkin kita diam. Paling keras, sikap kritis itu saya wujudkan dengan menulis di media. Seperti itu saja sudah dianggap keras, padahal teman-teman belum pernah melakukan aksi demonstrasi dan semacamnya," katanya.

Ia mengemukakan, ada instansi yang memiliki kepedulian sepenuh hati terhadap perkembangan sastra etnis, yakni Balai Bahasa Jawa Timur yang telah menyediakan fasilitas, seperti tempat untuk pertemuan para pengarang sastra Jawa.

Menurut dia, banyak hal yang harus dikritisi dari kebijakan pemerintah berkenaan dengan perkembangan sastra Jawa itu. Salah satu contohnya pelaksanaan Kongres Bahasa Jawa yang menelan biaya besar, namun tidak sesuai dengan yang dihasilkan.

"Masak seperti itu kita diamkan. Tidak bisa. Makanya kemudian saya bersama teman-teman di Jawa Tengah pernah menggelar Kongres Sastra Jawa," kata lulusan Sastra Indonesia IKIP Negeri Surabaya yang sekarang menjadi Unesa itu.

Sebelumnya, sesepuh sastra Jawa, Suparto Brata mengemukakan bahwa garapabn PPSJS ke depan adalah bagaimana generasi muda menjadi senang untuk membaca buku-buku sastra Jawa.

"Sekarang sudah banyak karya sastra berbahasa Jawa, tapi pembacanya tetap tidak ada. Kalau ini dibiarkan kan percuma", katanya.

Ia mengemukakan, meskipun tanpa PPSJS, dirinya terus berjuang untuk mengembangkan dan melestarikan bahasa Jawa lewat sastra. Pengembangan bahasa Jawa itu ia lakukan lewat penerbitan buku, tapi persoalannya tidak ada pembacanya.

Menurut dia, dirinya, termasuk PPSJS harus berjuang agar sastra Jawa masuk dalam kurikulum dan siswa diwajibkan membaca karya sastra.[]

oleh : Masuki M. Astro
ANTARA-Jatim, 01 Aug 2008 07:06:20
piye?:

0 urun rembug: