Friday, 30 April 2010

Tulisan kang Dadi Underaning Prekara (Panjebar Semangat, No 18, April 2010) Dikantheni Komentare Bonari

Markus Basa Jawa, Sumono Gugat NARKO: RONG TAUN kepungkur, pase tanggal 5 April, wis parak esuk, aku lagi wae mulih sak ndeleng wayang kulit neng Blitar, jam wis nuduhke angka 02.20. Lagi wae metu saka jedhing, jam 02.32 hape muni nuduhke anane SMS. Takkira yen kanca ndeleng wayang mau ngabari ana barang sing keri neng ’’grobag jepang’’-ku. Jebul SMS saka Bojonegoro (mas JFX Hoery) unine, ’’Sumono arep gugat KSJ, beneran dadi lantaran ngucek-ucek KBJ. Siap-siap tanggapan ya! Kelik.’’ BONARI: Ora ana kang prelu dikoemntari. NARKO: SMS mau...

Tuesday, 27 April 2010

Etik Juwita dan Putri Raemawasti

Ketua SBMI Jatim Moch Cholily menga- barkan bahwa para calon Bupati Jember bakal diadu dalam sebuah acara debat untuk persoalan buruh migran. Tentu itu akan jadi acara yang menarik. Dengan digelarnya acara debat itu (sebagian) masyarakat calon pemilih akan dapat mengetahui sejauh mana pemahaman calon pemimpin mereka berkaitan dengan nasib sekian banyak warganya yang mencari rezeki di negara lain. Lalu, berdasarkan pemahaman itu, kira-kira program...

Tuesday, 20 April 2010

Sepak Bola Itu Tidak Penting!

Saya tahu, tulisan ini dapat memancing kemarahan banyak pihak, instisusi maupun perorangan. Tetapi, bukankah dunia persepakbolaan kita adalah dunia yang nyaris penuh dengan kemarahan? Lagi, kemarahan tidak selalu buruk, bukan? Saya menganggap sepak bola tidak penting. Tetapi, saya tahu, ribuan, jutaan, atau bahkan puluhan juta rakyat Indonesia selain saya menganggap sepakbola sedemikian penting. ’’Rakyat yang mengalami banyak tekanan, ekonomi, politik, sosial, memerlukan saluran untuk melepaskan emosinya. Di lapangan sepakbola kita bisa bersorak,...

Sunday, 18 April 2010

Saatnya Rakyat Memberikan Contoh

Marilah terlebih dahulu kita sepakat bahwa memberikan contoh atau teladan adalah lebih baik daripada menyeru dengan kata-kata. Bisa jadi memang, ada saatnya kata-kata bisa cukup ampuh. Tetapi, kini udara kita sudah dipenuhi busa kata-kata. Disebut busa karena banyak yang kemudian kita ketahui hanya omong kosong belaka. Mereka yang kita sanjung-sanjung kepandaiannya pun tak malu-malu memanipulasi kata-kata. Bahkan, memertontonkan pokrol bambu di tempat-tempat terhormat. Pertanyaannya kemudian adalah: mengapa rakyat? Rakyat yang mana pula? Terus...

Thursday, 15 April 2010

NABOK NYILIH TANGAN

siapakah yang nabok nyilih tangane satpol pepe? sesungguhnya mereka berutang nyawa dan darah dan airmata mengalir sepanjang masa mereka minta maaf dengan kata bersayap dan sekilas pun susah kita tangkap rasa bersalah itu berkelebat sedang kita dituntut jadi pemaaf APRIL, 20...

Thursday, 8 April 2010

Kongres Basa Jawa V: Aja mung Mburu Gebyar!

Nalika digelar Kongres Basa Jawa (KBJ) I ing Semarang (1991), sawijining esuk pengarang (kang uga pulisi, dhek semana dhines ing Polda Jawa Timur) Ismoe Riyanto, bengok-bengok ing latar hotel. Kurang-luwihe mengkene pambengoke, ’’Yak apa iki rek! Mosok iki wong Jawa, Kongres Basa Jawa, isuk-isuk disarapi cara Landa!” Prekarane, mbokmenawa pengine sarapan sega goreng utawa sega pecel, kamangka esuk iku sarapan saka hotel ing laladan Srondhol kuwi roti bakar karo endhog godhog. KBJ II kagelar ing Batu (Jawa Timur, 1996), mapan ing Hotel Purnama....

Saturday, 3 April 2010

Menuju Kongres Bahasa Jawa V, Surabaya 2011

KSJ Tidak Menandingi KBJ Tulisan ini akan lebih bersifat klarifikasi (dalam konteks pertentangan yang dikesankan antara Kongres Sastra Jawa –selanjutnya disingkat KSJ dengan Kongres Bahasa Jawa –selanjutnya disingkat KBJ) dan sekaligus menggarisbawahi salah satu usulan Kepala Balai Bahasa Jawa Yogyakarta, Tirto Suwondo, dalam tulisannya bertajuk, Kongres Bahasa Jawa V, (Jawa Pos, Minggu, 21 Maret 2010). Pada butir ke-3 usulannya, Tirto antara lain menulis, ’’Di satu sisi KSJ memang dinilai positif. Tetapi pengalaman Semarang menunjukkan ada...