lakilaki penunggang asap itu kini termangu
di puncak menara
ucapan selamat, kado, telor busuk, dan molotof
dilemparkan
tetapi malahan membuatnya makin tegar
ucapan selamat dan berjuta kata menghujat
seperti menunjukkan bahwa ia makin kuat
makin bertambah kesaktian
sesungguhnya ia makin kesepian
di tengah hiruk sorak
tangis, rintih, dan tawa cekikikan
ia merasa di panggung
hanya sendirian
sedang jurus pencak dan ukel tarian
habis dipamerkan
lakilaki penunggang asap itu tiba-tiba meneriakkan
sebuah nama perempuan
sambil menunjuk dan menatap awan
padahal perempuan itu sudah berada di kuburan
setelah mati ngenes
karena pesan-pesannya tak pernah diindahkan
Sawojajar, 2011
VISI ENTERPRENEURSHIP UNTUK TRENGGALEK (?)
-
*Oleh Nurani Soyomukti, penulis 18 buku; anggota Serikat Muda Intelektual
Nusantara (SAMIN) dan ketua Quantum Litera Center (QLC) Trenggalek*
SEBUAH pertan...






0 urun rembug:
Poskan Komentar