Saturday, 5 July 2008

Pekerja Seks Komersial pun Belajar Menulis Puisi


Bayangkanlah, 30 orang PSK (pekerja seks komersial) duduk tertib dalam sebuah kelas (ruang serbaguna). Lalu ada seseorang berceramah, memeragakan sesuatu di hadapan mereka. Yang terbayang di benak kita, sangat mungkin, adalah ini: para PSK itu sedang mengikuti penyuluhan mengenai penyegahan HIV/Aids. O, tetapi, yang terjadi kali ini benar-benar lain. Para PSK itu sedang suntuk mengikuti pelatihan kepenulisan. Wouw!

Itulah yang berlangsung selama 2 hari (11 – 12 Juni 2008) di Gedung Serbaguna Eks Lokalisasi Ngujang, Tulungagung, Jawa Timur. Yang menggelar acara itu adalah Balai Bahasa Surabaya. Menurut Kepala Balai Bahasa Surabaya, Drs Amir Machmud MPd, acara serupa itu sudah pernah digelar sebelumnya, tahun 2007, di sebuah kompleks Lokalisasi di Kediri.

Bertindak sebagai narasumber adalah Narko ’’Sodrun’’ Budiman, seorang penilik sekolah yang juga Ketua Sanggar Sastra Triwida (hari pertama) dan Tjahjono Widarmanto, seorang guru sekaligus sastrawan asal Ngawi (hari kedua).

Peserta mengikuti acara itu dengan riang, dan bahkan terkesan antusias, walau latar belakang pendidikan formal mereka beragam. ’’Ada pula yang lulusan D-3 salah satu perguruan tinggi di Malang, lho. Juga, ada peserta yang mantan istri seorang pejabat,’’ kata Anang Santosa, salah seorang pegawai/peneliti di Balai Bahasa Surabaya disambung dengan menyebut sebuah kabupaten di luar Tulungagung.

Karya sastra yang baik, siapa pun yang mencipta, selalu menjanjikan materi pelajaran hidup yang sangat berharga. Begitulah. Maka, silakan menyimak foto-foto dari kegiatan tersebut yang secara khusus diberikan kepada Intermezo, ini: [aim]

Intermezo, Juni 08
piye?:

0 urun rembug: