Sunday, 20 April 2014

IN MEMORIAM: PUISI

jika kau bertanya apakah politisi itu jabatan yang lebih tinggi daripada perajin pantun atau puisi jawabnya adalah bukan.sebab ketika para politisi berbalas pantun atau puisi kita boleh meragukan apakah pantun dan puisi yang mereka lontarkan adalah karya mereka sendiri.atau, jika pun bikinan mereka sendiri, pastinya mereka sedang tersesat.sebab seandainya mereka penyair yang tidak tergiur kekuasaan.atau uang.dan tepuk tangan.ratu atau raja pun tidak lebih tinggi derajatnya. seburuk-buruknya raja ialah yang membiarkan penyair kelaparan hingga terpaksa meminta-minta.sekotor-kotornya politisi ialah mereka yang membiarkan mulutnya berbusa-busa dan tangannya berlumuran darah: puisi. 2014

Saturday, 23 November 2013

NEGERI OPERA SABUN

di negeri opera sabun
rakyat adalah penonton yang kecewa
ada pula yang marah membabibuta
benar-benar marah atau sekadar akting
semua sudah terjual
atau tergadai
yang benar-benar kita punya tiada lagi
juga tontonan di sepanjang hari
di layar di depan dan belakang
atau di samping kanan dan kiri
di negeri opera sabun
para pejabat kehilangan watak
mereka genit dan latah
macam artis kejar tayang
dan sibuk bikin gosip setingan

kewibawaan jadi barang langka
atau telah menjadi fosil
yang terkubur bersama para raja
pada zaman dahulu kala

penonton sudah bosan
tetapi cerita dipanjang-panjangkan
sebab makin ramai tepuk
tangan yang terpaksa menerima recehan

di negeri opera sabun
seperti para pecinta yang gagal
orang-orang malas bertanya
dan menerima segala sebagai kutukan

Sawojajar, 2013
Jawa Pos(Minggu, 24 November 2013)

Thursday, 21 November 2013

BERHENTILAH

seperti pengelana pada umumnya
menikmati pemandangan
sepanjang perjalanan adalah bagian dari mengintip surga
maka berhentilah mengajakku bercinta dalam gelap
seperti awan berarak di angkasa
membawa berita yang kadang terlewat begitu saja
ketika kita tidak merasa penting untuk membaca
lalu ketika hujan menderas dan banjir melanda
aku dan kau sibuk berbaku tanya
maka berhentilah merinduiku
sebelum bara mengubah janji menjadi debu


duri setiawan
2013

SENJA

tahukah engkau mengapa hatiku selalu berdebar
saat langit senja memerah menyala?
kecemasan yang datang tiba-tiba
mengingat begini saatnya ketika aku sadar
di sisiku kau tiada
entah pergi ke mana
bahkan aku tak mau bertanya
dengan siapa
merah nyala senja
mengingatkanku pada luka
sebentar mengatup
sebentar menganga


duri setiawan
2013

CINTAMUKAH

itukah cintamu
menggelinding jatuh dari langit biru
pijar bagai bara
mekar bagai bunga
bila boleh kutahu
di manakah ia menyimpan wanginya
bila benar itu cintamu
cintamukah itu
mengalir sepanjang waktu
gemercik lembut mendayu
di bibir ombak aku merindu
timpalah
gulunglah aku
tenggelamkanlah aku

telanlah aku
agar kutahu
cintamukah itu


duri setiawan
2013

PAGI

ini pagi berseri
membawa kabar kesehatan jasmani dan rohani
pohon berdiri dan kembang mewangi
ketika kupegang janji
mempersesat khayal
menindih imaji
ini pagi berseri
burung-burung berdendang
di dahan riang
pikiran segar di hati lapang
ada yang berjanji datang
yang ada berpamit pergi

kulipat sekuplet puisi
agar cepat masak dan tak menjadi basi
dan kuselipkan di antara rambut pagi
diterpa angin berjuntai-juntai

duri setiawan
September, 2013

APAKAH LAGI

apakah lagi yang lebih menyedihkan
ketimbang sepasang pengantin mengering di jemuran
demikianlah muasalnya
lalu mereka memilih lari dari percakapan
menjemukan
mereka ingin segera pulang
bersama sekeranjang kisah
petualangan
apakah lagi yang lebih memilukan
ketimbang simpang jalan
memisahkan tangan yang bergandengan
lalu bimbang memanjang
tak berkesudahan

apalagi yang lebih mengiris
ketimbang gerimis jatuh menimpa
tubuh yang sendiri
di malam yang bengis

duri setiawan
2013